Selasa, 04 September 2012

Miss Universe Berhijab

(YOTHERI) Bagi setiap wanita, bisa tampil cantik di depan banyak orang adalah suatu kebanggaan. Tentunya ia tidak ingin dijuluki kampungan, gak modis, kantro’ dsb. Oleh karena itu aktivitas berhias, beralama-lama di depan cermin adalah sesuatu yang tidak bisa dilepas dari kebiasaan kebanyakan wanita. Apalagi bagi wanita-wanita yang memiliki pasangan, ia tidak mau tampil di depan pujaan hatinya itu dengan tampilan yang biasa-biasa aja (terutama kalo lagi nge-date), ia juga tidak ingin membuat pasangannya itu dipermalukan di hadapan teman-temanya akibat penampilannya yang biasa-biasa saja. Terlepas dari itu semua, setuju atau tidak, tampil cantik dan berhias memang sudah menjadi tabiatnya kaum hawa.



Bicara soal cantik, siapa yang tidak tahu dengan ajang kecantikan sedunia, Miss Universe. Bagi yang memiliki wajah cantik, tubuh ideal dan cerdas, ajang bergengsi seperti ini tidak mau dilewatkannya. Di Indonesia, biasanya proses seleksi Ratu Kecantikan dimulai dari tingkat provinsi, kemudia ke tingkat Nasional yang bernama Miss Indonesia, nah, setelah itu yang menjadi pemenang akan mewakili negaranya ke tingkat International, Miss Universe. 

Menjadi Miss Universe siapa yang tidak mau. Saya rasa semua wanita menginginkannya. Wajahnya yang cantik itu akan menjadi populer di layar kaca, foto-fotonya terpampang di majalah-majalah fashion, hadir di panggung-panggung hiburan, punya banyak penggemar dsb. Tapi cobalah telisik, apakah gelar Miss Universe adalah suatu kebanggaan?. 

Ajang Miss Universe menurutku tidak ubahnya ajang “menjual diri”. Tubuh wanita tak ubahnya barang dagangan yang dipamerkan (sebegitu bejatkah Kapitalisme?). Meskipun dalam ajang tersebut dites juga wawasan pengetahuan Sang calon Miss Universe itu. Tapi, tetap saja yang jadi modal utama adalah Cantik dan Seksinya. Pernahkah ada seorang Miss Universe yang cacat? atau paling tidak ia tidak cantik, atau tidak berpenampilan menarik?. 

Menurut salah seorang wartawan, Ust. Nuim Hidayat, Dalam budaya kapitalisme (derivasinya liberalisme), seorang perempuan menjual tubuh dan wajahnya sah adanya. Maka mereka yang cantik-cantik dan bertubuh indah (didominasi kulit putih), menggunakan tubuhnya berlenggak-lenggok ke sana kemari. Mereka berargumen bahwa tubuh itu karunia Tuhan yang sah digunakan untuk tujuan apapun. Maka bukan hanya fashion show dibudayakan para 'gadis' itu, tapi pelacuran juga ditradisikan. Yakni 'biasanya' selain menjual produk (pakaian, mobil dll), tak jarang perempuan-perempuan itu menjual tubuhnya.  Karena di dunia 'pameran tubuh' itu, biasanya bersliweran orang-orang yang berkantong tebal. Dan para gadis sangat tahu tentang itu. Na’udzubillah[1]

Maka bagi siapa pun yang ingin menjadi Miss Universe, bersiaplah untuk menjual dirimu. Bersiap menjual dirimu dan kehormatamu dengan harga yang teramat murah, dunia.

Bagi kamu yang berambisi menjadi Miss Universe, jangan berkecil hati,  kamu tetap dapat menjadi Miss Universe tanpa harus menggadaikan kehormatamu. Bahkan Miss Universe yang satu ini menjadikan dirimu semakin tampak mulia dihadapan manusia dan dihadapan Tuhan yang menciptkan kamu dengan rupa yang sempurna itu.

‘Miss Universe’ Pilihan Allah
Universe dalam bahasa Indonesia artinya Jagat Raya atau alam semesta. kalau kata Universe disandingkan dengan kata Miss jadi Miss Universe berarti Ratu (kecantikan) Sejagat[2]. Namun pertanyaanya apakah penduduk sejagat ini mengakui bahwa ialah wanita yang paling cantik? dan apakah Miss Universe ini merepresentasikan seluruh wanita dunia?, padahal wanita-wanita di seluruh dunia memiliki keragaman etnis, budaya, warna kulit, agama dan kebangsaan. Pada akhirnya siapapun yang menjadi Miss Universe tidak ubahnya hanya pilihan juri semata, yang berarti Miss Universe adalah pilihan (kesepakatan) para juri, bukan pilihan seluruh penduduk bumi, apalagi pilihan Tuhan. 

Padahal Allah Swt. jauh sebelum adanya ajang Ratu Kecantikan ini telah memilih beberapa wanita dunia sebagai ‘Miss Universe’. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw. Bersabda:

Diriwayatkan dari Ali bahwa dia berkata, “Rasulullah Saw. Bersabda, ‘sebaik-baik wanitanya adalah Maryam binti Imran as. Dan sebaik-baik wanitanya adalah Khadijah binti Khuwailid ra.’ (sementara perawi memberi isyarat ke langit dan ke bumi).” (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Dalam hadits tersebut isyarat ke langit dan kebumi (menurut saya) menunjukan bahwa merekalah Miss Universe, Ratu Sejagat itu. Gelar Miss Universe yang mereka dapatkan bukanlah dari seorang manusia, juri, raja maupun presiden, tetapi benar-benar gelar yang diberikan oleh Rabbul ‘alamin, Allah Swt. 

Dan Miss Universe-Miss Universe yang lainnya adalah Aisyah Ra dan Fathimah binti Muhammad. Rasulullah Saw bersabda:

Diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa dia berkata, “Pada tahun penaklukan kota Makkah, Rasulullah Saw. Mengundang Fathimah. Kemudian keduanya saling berbisik, lalu Fathimah menangis. Kemudian beliau berbisik lagi, dan Fathimah ganti tertawa. Ketika Rasulullah wafat, aku bertanya kepada Fathimah mengenai tangis dan tawanya. Dia berkata, ‘Rasulullah memberitahuku bahwa beliau akan wafat, maka aku menagis. Kemudian beliau memberitahuku bahwa sesungguhnya aku adalah pemimpin wanita surga, selain Maryam binti Imran, maka aku tertawa.” (HR. Tirmidzi)

Berkenaan dengan ‘Aisyah, Rasulullah Saw. Bersabda, diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa dia berkata, “Rasulullah bersabda, “Wahai ‘Aisyah, Malaikat Jibril mengirim salam kepadmu.’ Aku menjawab, ‘Semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah terlimpah kepadanya.’ Aku berkata, ‘Dia Melihat apa yang tidak aku lihat.” (HR. Bukhari)

Sekarang sudah jelaskah siapa Miss Universe sesungguhnya, Miss Universe bukan sembarang Miss Universe, tetapi gelar Miss Universe yang benar-benar diberikan oleh Allah Swt. Merekalah Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, dan Ummul Mukminin ‘Aisyah dan tentunya para wanita sholehah. 

Semua Miss Universe Mengenakan Hijab
Bagi para wanita saya menganjurkan, jadilah seorang Miss Universe, seorang wanita yang meneladani sosok para Miss Universe pilihan Allah. salah satu cara meneladani mereka adalah mencontoh cara berbusana mereka, yakni mengenakan Hijab. (Hanya Miss Universe gadungan yang tidak mengenakan hijab) Wahai saudariku, kenakanlah Hijab niscaya kamu menjadi layaknya Miss Universe. Aduhai, siapa yang tidak ingin menjadi seorang Miss Universe, begitu hati wanita berbisik. Allah berfirman:

“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah untuk menundukan pandangan mata mereka, menjaga kemaluan dan tidak menampakan perhiasan, kecuali apa yang tampak dari luar. Hendaklah mereka menutupkan Jilbab mereka ke dada mereka dan tidak menampakan perhiasan kecuali kepada suaminya.” (QS. An-Nuur: 30)

Wanita-wanita mukmin yang menganakan hijab, merekalah Miss Universe yang sesungguhnya, dan tahukah bahwa busana yang mereka kenakan bukan hanya mencontoh sosok tauladan Miss Universe yang saya sebutkan diatas, tetapi mereka juga mencontoh cara berbusananya wanita-wanita surga, yakni mengenakan jilbab.  Rasulullah Saw. Bersabda:

“Seandainya salah seorang wanita dari kalangan penghuni jannah mendatangi penduduk bumi, niscaya ia akan menyinari antara jannah dan bumi dan ia akan memenuhinya dengan wewangian. Kerudung mereka itu lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Bukhari, no.2796)

Tauladan yang lain adalah bahwa Miss Universe bukan hanya mengenakan Jilbab, tetapi mereka juga benar-benar menjaga kesucian mereka. Mereka menundukan pandangan mereka, menjaga kemaluan mereka, dan menjaga kehormatan mereka. Tidaklah mereka memberikan kehormatan mereka itu dengan harga yang murah, diumbar kemana-kemana, bukan untuk yang halal baginya. Padahal para Miss Universe dan wanita-wanita surga benar-benar menjaga kehormatan meraka. Allah berfriman:

“Dan di dalam jannah itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni jannah yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar-Rahman: 56)

Sekarang sudah jelaskan, siapa Miss Universe sejati itu. Lantas kenapa engkau masih enggan mengenakan Hijab wahai para wanita? Bukankah engkau menginginkan gelar ini?. Engkau akan tampak cantik dan anggun dengan hijabmu, karena sesungguhnya itulah kehormatanmu. Dan bagi yang telah berhijab, kenapa mesti minder, dengan tegas aku katakan, Jangan kau lepaskan hijabmu!, ialah kehormatanmu, kau akan tampak terhormat dimata Allah dan Manusia dengan hijabmu itu, dan tentunya jangan kau lepaskan gelar Miss Universe ini.

Engkaulah Miss Universe, Ukhty Muslimah.

Wallahu a’lam.


[1] Selengkapnya bisa baca note di facebook beliau yang berjudul “Miss Universe”.
[2] Kata Miss kalau sebagai Nomina ia bisa berarti gadis atau putri, dalam ilmu linguistik bidang kajian semantik, suatu kata bisa bermakna lain, sangat dipengaruhi konteks. Dalam istilah semantik arab ia disebut lafal mustarak, (studinya disebut al-mustaraqul lafdzi aw ta'adud al-ma'na) satu makna yang memiliki makna berlaian.Dalam hal ini, kata Miss (jika digandengkan dengan kata Universe) ia bisa berarti putri/gadis/ratu, bisa dikatakan kata Miss (dalam konteks ini) bersinonim dengan kata Girl.
masih dalam kajian semantik, suatu kata sangat dipengaruhi oleh dari mana kemunculannya. kalo kasus kata Queen, mungkin itu lebih tepat disematkan untuk permaisuri/istri raja atau yang memiliki hubungan darah dalam kerajaan. sedangkan Miss Universe belum tentu si MU itu adalah bagian dari keluarga kerajaan. Kasus yang sama terjadi antara kata al-malik dengan al-khalifah, seolah bersinonim, sama-sama pemimpin kesultanan (orang saudi memanggil rajanya dengan panggilan malik bukan khalifah), tetapi sebenarya penggunaanya berbeda. Dalam bahasa arab, tidak ada sinonim, alias dua kata yang benar-benar memiliki makna yang sama, mungkin bisa dibilang mendekati.

0 komentar:

Poskan Komentar